Senin, 14 September 2015

Pantai Jikumerasa – Buru

Pantai Jikumerasa – Buru

Objek Wisata Pantai Jikumerasa menyuguhkan pesona alam pantai kepada setiap orang yang ingin melepaskan kepenatan dalam rutinitas kerja, Berada di Kecamatan Namlea dengan hanya berjarak kurang lebih 10 KM dari kota namlea menjadikan Jikumerasa primadona Kabupaten Buru.
 Wisata alam laut yang tersaji seperti lukisan alam yang membentuk 3 warna tatkala matahari mulai berada tepat diatas kepala, dengan desiran gulungan ombaknya merupakan bonus bagi mereka pencinta surfing. Pantai Jikumerasa sendiri masih dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat dengan sajian rujak khas Maluku dan hamparan pasir putih serta udaranya yang sejuk sangatlah pas tatkala kita menghabiskan waktu sembari menyantap rujak, untuk menikmati Pantai Jikumerasa dapat digunakan perahu rakyat yang disediakan oleh masyarakat setempat. Berbicara tentang pesona Jikumerasa maka jangan pernah anda lewatkan pesona saat-saat dimana matahari mulai tenggelam di balik bukit yang mengitari pesisir Jikumerasa karena pemandangan ini dapat menjadi magnet yang membuat anda akan teringat akan Jikumerasa, demikian gambaran betapa Jikumerasa menjanjikan sebuah surga bagi mereka yang menyukai pesona wisata pantai. Maka apabila anda sempat singgah ke Kab. Buru maka jangan pernah anda lewatkan Pesona Pantai Jikumerasa

Leave a Reply

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Izin Penggalangan Dana



DEWAN PENGURUS
HIMPUNAN PELALAR MAHASISWA MALUKU SULAWESI TENGGARA
CABANG UNPATTI AMBON
PERIODE 2010 – 2012
Sekretariat : Jl. Huhuri Wailela Atas – Ambon
 

Bismillahirrahmanirrahim.
Nomor                         : 01/B/SOLIDARITAS/HIPMMAST/X/2011                            8  Oktober 2011
Lampiran         : -
perihal                         : Izin Penggalangan Dana

Kepada Yth,
…………………..
di
Tempat

Assalamualaikum wr.wb.

Sehubungan dengan pentingnya solidaritas antarsesama umat islam, maka kami HIPMMAST Cab. Unpatti Ambon bekerja sama dengan Forum Peduli Masyarakat Maluku Asal Sulawesi Tenggara (FP-Mamasultra) ingin memediasikan dan mengajak seluruh komponen masyarakat Maluku asal Sulawesi Tenggara untuk dapat membantu saudara-saudara kita korban 11 September 2011 di Talake-Waringin yang sekarang ini masih berada di tempat-tempat pengungsian. Oleh karena itu, kami sebagai mediator memohon izin untuk menggalang dana secara suka rela guna membantu korban 11 September dimaksud.
Demikian permohonan ini kami buat, atas perhatian dan bantuannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Mengetahui,
Ketua Umum Hipmmast Cab. Unpatti Ambon Periode 2010 – 2012


Daeng Haris
Ketua Forum Peduli Masyarakat Maluku Asal Sultra


Djamaluddin A. Panuda, M.Sc


MENGESAHKAN

Ketua RW ….



(……………………………)

Sabtu, 06 Juni 2015

METODE -METODE KONSERVASI TANAH DAN AIR



TUGAS
KONSERVASI TANAH DAN AIR
“Metode-Metode Konservasi Tanah Dan Air”



 


Julani Buton  ( 2012-82-106 )




PRODI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2015
 




Metode Konservasi Tanah dan Air

Ada 3 metode dalam dalam melakukan konservasi tanah dan air yaitu metode fisik atau mekanik dengan pegolahan tanahnya, metode vegetatif dengan memanfaatkan vegetasi dan tanaman untuk mengurangi erosi dan penyediaan air serta metode kimia yaitu memanfaatkan bahan-bahan kimia untuk mengawetkan tanah.

1.        METODE VEGETATIF
Pemanfaatan lahan yang tidak mengindahkan upaya pengawetan tanah, akan mengakibatkanmenurunnya produktivitas lahan, bahkan dapat menimbulkan erosi. Apalagi jika lahan tersebut berada di sekitar aliran sungai (DAS).Kerusakan daerah aliran sungai sangat erat hubungannya dengan kelestarian hutan di daerah hulusebagai daerah tangkapan hujan.Apabila hutan mengalami kerusakan, maka dapat dipastikan terjadi pada daerah aliransungai. Untuk itu berusah tani didaerah DAS,harus di ikuti konservasi lahan.Agar kelestarian sumber daya alam dan keserasian ekosistem dapat memberikan manfaatyang berkesinambungan maka pengelolaan DAS harus dilakukan sebaik mungkin,yang meliputi:
§  Pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.
§  Kelestarian dan keserasian ekosistem(lingkungan hidup)
§  Pemenuhan kebutuhan manusia yang berkelanjutan
§  Pengendalian hubungan timbale balik antara sumber daya alam dengan manusia.Usaha pokok dalam pengawetan tanah dan air meliputi:

1.        pengelolaan lahan
§  sesuai kamampuan lahan.
§  Mengembalikan sisa-sisa tanaman ke dalam tanah.
§  Melindungi lahan dari ancaman erosi dengan menanam tanaman penutup tanah.
§  Penggunaan mulsa.

2.        pengeloalaan air
§  jumlah air yang memadai
§  kwalitas air
§  tersedia air sepanjang tahun

3.        pengelolaan vegetasi
pengelolaan vegetasi pada hutan tangkapan air maupun pemeliharaan vegetasi sepanjangaliran sungai, dapat ditempuh dengan cara:
§  penanaman dengan tanaman berakar serabut seperti bamboo yang sangat di anjurkan di pinggiran sungai, kemudian diikuti dengan rumput makanan ternak.
§  Penanaman tanaman semusim untuk lahan yang tidak memiliki kemiringan.
§  Pembuatan teras. Bila pada lahan tersebut terdapat kemiringan maka perlu di buat teras,dan pada lahan kemiringan 5-10% di bangun teras kredit , lahan berbukit dengan kemiringan 10-30% di buat teras bangku, dan lahan dengan kemiringan lebih dari 30% di buat teras individu.

4.        usaha tani konservasi
Usaha tani konservasi adalah penanaman lahan dengan tanaman pangan serta tanamanyang berfungsi untuk mengurangi erosi(aliran permukaan) dan mempertahankan kesuburantanah.
Prinsip usaha tani konservasi:
§  Mengurangi sekecil mungkin aliran air permukaan dan meresapkan airnya sebesar mungkin kedalam tanah.
§  Memperkecil pengaruh negative air hujan yang jatuh pada permuakaan tanah.
§  Memanfaatkan semaksimal sumber daya alam dengan memperhatikan kelestarian.
Cara usaha konservasi:
§  Metode vegetatif
§  mekanik atau teknik sipil
§  Metode kimia.
Metode vegetatif adalah penggunaan tanaman atau tumbuhan dan sisa-sisanya untuk mengurangi daya rusak hujan yang jatuh, mengurangi jumlag dan daya rusak aliran permukaandan erosi.
Fungsi dari metode vegetatif adalah:
§  Untuk melindungi tanah terhadap daya perusak butir- butir hujan yang jatuh.
§  Untuk Melindungi tanah terhadap daya perusak aliran air di atas permukaan tanah.
§  Untuk memperbaiki kapasitas infiltrasi tanah dan penahan air yang langsungmempengaruhi besarnya aliran permukaan.
Teknologi pengendalian atau pencegahan erosi.
Usaha untuk mencegah dan atau mengendalikan erosi ,ada beberapa faktor yangmempengaruhi terjadinya erosi seperti: faktor iklim, tanah, bentuk wilayah(misalnyakemiringan), vegetasi penutup tanah dan kegiatan manusia.
Prinsip-prinsip dari usaha pengendalian erosi adalah:
§  Memperbesar resistensi permukaan tanah sehingga lapisan permukaan tanah tahanterhadap pengaruh tumbukan butir-butir air hujan.
§  Memperbesar kapasitas infiltrasi tanah, sehingga lajunay aliran permukaan dapatdiredusir.
§  Memperbesar resistensi tanah sehingga daya rusak dan daya hanyut aliran permukaanterhadap partikel-partoekl tanah dapt diperkecil atau diredusir.
Secara umum, tujuan penerapan teknologi konservasi adalah untuk meningkatkan produktivitas lahan secara maksimal, memperbaiki lahan yang rusak/kritis, dan melakukan upaya pencegahan kerusakan tanah akibat erosi, Beberapa teknologi yang telah dihasilkan oleh keltiKR2L adalah sebagai berikut:
1.      Teknik pengendalian erosi
§  Metode sipil teknis (misal: teras, rorak)
§  Metode vegetatif (misal: strip rumput, alley cropping)2. Teknik konservasi dan pengelolaan air
§  Teknik konservasi air (misal: parit buntu, check dam)
§  Teknik irigasi (misal: penelitian irigasi sprinkle, penelitian irigasi tetes, penelitian irigasi permukaan) .
Pada metode vegetatif yang berperan adalah tanaman, dimana tanaman-tanaman itu berperan untuk mengurangi erosi,yaitu dalam hal:
1.      batang, ranting dan daun-daunannya berperan mengahalangi tumbukan tumbukan langsung butir-butir hujan kepada permukaan tanah, dengan peranannya itu tercegahlah penghancuranagregat-agregat tanah.
2.      daun-daun penutup tanah serta akar-akar yang tersebar pada lapisan permukaan tanah berperanmengurangi kecepatan aliran permukaan(run off), sehingga daya kikis, daya angkutan air pada permukaan tanah dapat direduksi, diperkecil ataupun diperlamban.
3.      daun-daunan serta ranting-ranting tanaman yang jatuh akan menutupi permukaantanah,peranannya sebagai pemulsa tanah yang dapat mengurangi kecepatan alairan permukaanserta melindungi permukaan tanah terhadap daya kikis air.
4.      akar-akar tanaman memperbesar kapasitas infiltrasi tanah,tunjangan dalam meningkatkanaktivitas biota tanah yang akan memperbaiki porositas, stabilitas agregat serta sifat kimia tanah.
5.      akar-akar tanaman berperan dalam pengambilan atau pengisapan air bagi keperluan tumbuhnyatanaman yang selanjutnya sebagian diuapkan (evaporasi) melalui daun-daunannya ke udara.Peranan tanaman dalam metode vegetatif mempunyai Kegiatan-kegiatan yang dilakukandalam usaha pengendalian erosi dan atau pengawetan tanah yaitu:
§   Penghutanaan kembali dan penghijauan
a.       Penghutanan kembali atau reboisasi
Tanah-tanah yang gundul akibat perusakan hutan dan tanaman keras lainnya, harus di perbaiki dan dipulihkan kelestariannya, jalan yang dapat di tempuh adalah dengan reboisasi atau penghutanan kembali.reboisasi adalah penghutanan kembali tanah-tanah yang gundul denganditanami tanama-tanaman keras.Terdapat dua cara dalam mencegah reboisasi adalah cara banjar harian dan cara tumpangsari.Cara banjar harian, petani menerima upah untuk penanaman dan pemeliharaan tanamanreboisasi. Sedangkan cara tumpang sari , petani mendapat kesempatan untuk menanam palawijaselama beberapa musim di antara tanaman reboisasi.

b.      Penghijauan
Penghijauan adalah penanaman tanah-tanah rakyat dan tanah-tanah lainnya seperti tanahdesa, tanah bebas(negara) tanah bekas perkebuanan yang umumnya telah mengalami kerusakan-kerusakan, baik yang ada di daratan tinggi maupun daerah aliran sungai yang kesemuanya beradadi luar kawasan hutan, dengan berbagai pohon=pohonan terpilih dan atua rumput-ruputan denganmaksud untuk pengwetan tanah (pencegahan erosi) dan dapat memberikan tambahan pendapatan bagi para petani atua pemilik tanah yang bersangkutan.
§  Penanaman secara garis kontur
Penanaman secara garis kontur sangat diperlikan dan harus di perhatikan kalau keadaanmempunyai kemiringan, jadi penanaman secara garis kontur ialah penanaman tanaman yangsearah atau sejajar dengan garis kontur atau dengan secara menyilang lereng tanah, bukanmenjurus searah dari atas kebawah lereng. Dengan demikian maka tindakan –tindakan untuk mengolah tanah seperti membajak, menggaru, menyiapkan bedengan-bedengan, pembibitan dan pembuatan bedengan atau larikan tanaman haruslah sejajar dengan garis kontur tersebut (contour cropping system).
§  Penanaman tanaman penutup tanah
Tanaman-tanaman penutup permukaan tanah berperan untuk melindungi permukaantanah dari daya dispersi dan daya penghancur oleh utir-butir hujan.Selain itu berperan pula dalamhal memperlambat aliran permukaan serat melindungi tanah permukaan dari daya kikis aliran permukaan. Tanaman penutup permukaan besar pula samabungannya dalam memperkaya bahan- bahan organik tanah serta memperbesar porositas tanah.Tanaman penutup tanah yang rendah dalam wujud pertumbuhan dapat terdiri atas jenis- jenis:tanaman alternanthera amoena voss atau bayam krema,ageratu conizoides L atau babadotan, rasim atau sintrong,bulu lutung, calincing dll.
§  Penanaman tanaman dalam larikan (strip cropping)
Cara yang efektif dalam pengendalian erosi atau pengawetan tanah yaitu membuatlarikan –larikan secukupnya, pada lariakn –lariakn pertama yang searah dengan garis kontur itudipahami rumput-rumputan atau tanaman pupuk hijau.Strip cropping adalah untuk memperlambat lajunya aliran permukaan, larikan-larikan tanaman penutup tanah dimaaksudkan pula untuk melindungi lariakn-larikan tanaman palawiaj dari aliran permukaan tersebut. Di lihat pada gambar 1:
Description: 08%20strip%20cropping
Ada 3 tipe (Kell & Brown, 1938; Tower & Garden, 1946)
1.      Menurut kontur
Description: stripcrp








2.      Strip Lapangan
Lebar seragam, melintang lereng, dilakukan pada daerah dengan topografi tidak seragam
Description: fig9

3.      Penanaman strip berpenyangga (buffer strip cropping)
            - Strip rumput/legume dibuat datar engan strip-strip tanaman pokok
            - Lebar strip bisa seragam / tidak
            - Strip rumput diletakkan pada lereng yang kritis

§  Penggiliran tanaman (crop ratation)
Penggiliran tanaman adalah suatu sistem bercocok tanam pada sebidang tanah yangterdiri dari beberapa macam tanam yang di tanam secara berturut-turut pada waktu tertentu,setelah masa panennya kembali lagi pada tanaman semula.Manfaat penanaman secara demikian yaitu selain untuk mengurangi keberlangsunaganerosi, juga untuk :1.meningkatkan produksi pertanian dan atau pendapatan petani per satuan luas dalam suatukurun waktu.2.meratakan pemanfaatan tanah-tanah yang kosong3.memperkaya variasi menu petani4.memperkecil risiko kegagalan panen5.memperbaiki kesuburan tanah6.mengurangi biaya pengoalahan tanah7.memelihara keseimbangan biologis.
Beberapa bentuk dalam penggiliran tanaman seperti:
v  sequental planting atau penanaman tanaman secara beruntun,dalam hal ini menanam ataumenumbuhkan tanaman berikutnay sesegera mungkin setelah tanaman terdahulu di panen.
v  Mixed cropping atau melakukan pertanaman tanaman campuran, dua jenis tanaman ataulebih tanpa mengabaikan tanaman pupuk hijan atau tanaman penutup permukaan ditanam sserentak pada waktu yang sama.

v  Inter cropping dapat pula di sebut tumpang sari berbeda umur.
v  Inter culture, dalam hal in misalanya tanaman semusim atau tanaman yang berumur  pendek di tanam di antara tanaman tahunan.seperti: kacang tanah di tanam di antaratanaman pepaya, kacang-kacangan di tanam diantara pohon jeruk dan lain sebagainya.

§  Penggunaan serasah (mulching)
Mulching ataun pemulsaan yaitu menutupi permukaan tanah dengan serasah atau sisa-sisa tanaman benar-benar berkemampuan mencegah berlangsungnay erosi, dikarenakan pemulsaan akan melindungi tanah permukaan dari daya timpa butir-butir huajn, dan melindungitanah permukaan tersebut dari daya aliran air di permuakaan.Pemulasaan tanah dapat pula mempertahankan kelembaban dan suhu tanah, sehinggadapat memperbaiki pengambilan zat hara oleh akar tanaman. Serasah atau sisa-sisa tanamanyang melapuk akan memperkaya bahan organik dalam tanah,dengan demikian sifat fisik dantanah dapat di perbaiki pula.
Faktor-faktor pembentukan tanah
Proses pembentukan tanah di Daerah Aliran Sungai Babon dicerminkan oleh pengaruhfaktor-faktor iklim, topografi, bahan induk, organisme, dan waktu, sehingga karakter tanahdipengaruhi oleh interaksi kelima faktor tersebut. Pengaruh faktor iklim ditandai oleh curahhujan tahunan rata-rata relatif tinggi, yakni 2.202 mm (Semarang) dan 2.770 mm (Ungaran).Tipe iklim daerah ini tergolong agak basah hingga basah (Schmidt dan Ferguson), dengandemikian dapat dikategorikan ke dalam regin lengas tanah udik.Topografi daerah ini bervariasi, yakni datar, berombak, bergelombang, berbukit dan bergunung. Wilayah datar menempati lereng bawah di bagian utara, wilayah berombak dan bergelombang terletak pada bagian lereng tengah, dan wilayah berbukit dan bergunung meliputilereng atas di lokasi bagian selatan. Bahan induk pembentuk tanah di wilayah lereng bawah berupa batuan sedimen resen yang tersusun dari lempung, lanau dan pasir yang tidak padu. Diwilayah lereng tengah dan lereng atas batuan induk penghasil bahan induk tanah berupa batuan beku dan batuan sedimen sub-resen terdiri dari andesit, yakni sebagai breksi andesit harblendeaugit.Pembentukan tanah di lahan bawahan pada beberapa bagian terjadi dalam lingkungan basah (jenuh air). Oleh karena selalu jenuh air, maka proses reduksi dan oksidasi menjadidominan, sehingga menyebabkan tanah-tanah berwarna kelabu, sedang di bagian wilayah peralihan fluktuasi muka air tanah menyebabkan proses reduksi dan oksidasi berlangsung secara bergantian yang dicirikan dengan adanya karatan (mottcing) berwarna kuning hingga merah.Pada lahan atasan, terutama di wilayah topografi berbukit dan bergunung tingkat perkembangan tanah bervariasi dari lemah hingga kuat, akibatnya solum tanah juga bervariasimulai dari sangat dangkal (< 25 cm) sampai dengan sangat dalam (> 120 cm) .
Klasifikasi tanah
Klasifikasi tanah di daerah ini disusun berdasarkan pada data sekunder dan pengamatanserta pengukuran di lapangan melalui profil tanah, pemboran tanah, pengamatan kondisilingkungan, yang dilengkapi data hasil analisis laboratorium dari contoh tanah pewakil.Pengamatan dan pengukuran mencakup sifat fisik tanah, yakni : warna, tekstur, struktur,konsistensi, drainase, bahan induk, dan lain-lain; sifat kimia tanah, yakni : pH, kadar bahanorganik, kadar kapur, N-Total, P tersedia, K tersedia, kapasitas tukar kation (KTK), kejenuhan basa, kejenuhan Al, dan lain-lain. Berdasarkan terminologi tersebut tanah-tanah  daerah ini terdiri dari lima jenis tanah yakni Alluvial, Kambisol, Regosol, Latosal, dan Litosal.
Erosi tanah
Perkembangan bentuk-bentuk erosi tanah, seperti erosi lembar (sheet erosion), erosi alur (rill erosion), dan erosi parit (gully erosion) di masa mendatang sangat tergantung pada tingkat bahaya erosi tanah. Di samping itu, perencanaan konservasi tanah memerlukan data tentangtingkat bahaya erosi tanah. Bahaya erosi tanah adalah keadaan yang memungkinkan bahwa erositanah akan segera terjadi dalam waktu yang relatif dekat, atau dalam hal apabila erosi tanah telahterjadi di suatu daerah, maka bahaya erosi tanah adalah tingkat erosi tanah yang akan terjadi dimasa mendatang.Faktor-faktor yang mempengaruhi erosi tanah adalah iklim, topografi tanah, vegetasi, dantindakan manusia terhadap lahan. Faktor-faktor erosi tanah yang sifatnya relatif permanen, yakni iklim, topografi, dan tanah menentukan besar erosi potensial dan apabila faktor-faktor tersebutditambah dua faktor lainnya yakni vegetasi dan tindakan manusia terhadap lahan menentukan bahaya erosi aktual. Bentuk-bentuk erosi di daerah survei terutama erosi lembar dan erosi alur  pada wilayah lereng tengah, sedang pada lereng atas dijumpai bentuk erosi parit.
TBE (Tingkat Bahaya Erosi) adalah perkiraan jumlah tanah yang hilang maksimum yangakan terjadi pada suatu lahan, bila pengelolaan tanaman dan tindakan konservasi tanah tidak mengalami perubahan. Penentuan TBE pada setiap unit lahan didasarkan pada perkiraan jumlahtanah hilang maksimum (A) dan tebal solum dari unit lahan yang bersangkutan.
Mengingat bahwa dalam menentukan TBE diperlukan data laju erosi dan data tebalsolum pada setiap bentuk lahan, maka dilakukan pengamatan di lapangan terhadap tanah,topografi, penggunaan lahan, jenis tanaman dan pola tanam serta tindakan konservasi tanah yangditerapkan.
Selanjutnya dari peta kemampuan lahan dan peta tanah, serta pengamatan di lapangan, makaketebalan solum tanah di wilayah DAS Babon dapat diketahui.
Tabel Kedalaman Solum
Ketebalan solum Tanah
Keterangan
> 90
Dalam
60 - 90
Sedang
30 – 60
Dangkal
< 30
Sangat dangkal

Sumber : BRLKT (1991).
Untuk selanjutnya tingkat bahaya erosi (TBE) yang ditentukan dari tingkat laju erosi (A) dantebal solum tanah dinyatakan sebagai berikut :Tabel Pembagian Klas Tingkat Bahaya Erosi

No

Tebal Solum (cm)
Tingkat Laju Erosi ( ton/ha/tn )
I
( < 15 )
II
( 15 – 60 )
III
( 60 – 180 )
IV
(180 – 480 )
V
( > 480 )
1
Dalam ( > 90 )
SR
R
S
B
SB
2
Sedang ( 60 – 90 )
R
S
B
SB
SB
3
Dangkal ( 30 - 60 )
S
B
SB
SB
SB
4
Sangat Dangkal ( < 30 )
B
SB
SB
SB
SB
Konservasi sumberdaya lahan atau konservasi tanah ialah upaya manusia untuk mempertahankan,meningkatkan, mengembalikan atau merehabilitasi daya guna lahan (tanah)sesuai dengan peruntukkannya.
Dalam pelaksanaan usaha konservasi tanah perlu mempertimbangkan hal-hal berikut : bentuk-bentuk kerusakan tanah, kemampuan lahan, tataguna lahan yang rasional, daya guna atau produktivitas lahan yang optimal dan latar belakang sosial ekonomi penduduk.
2.        METODE FISIK Atau MEKANIK
Cara mekanik adalah cara pengelolaan lahan tegalan (tanah darat) dengan menggunakan sarana fisik seperti tanah dan batu sebagai sarana konservasi tanahnya. Tujuannya untuk memperlambat aliran air di permukaan, mengurangi erosi serta menampung dan mengalirkan aliran air permukaan.
Termasuk dalam metode mekanik untuk konservasi tanah dan air di antaranya pengolahan tanah. Pengolahan tanah adalah setiap manipulasi mekanik terhadap tanah yang diperlukan untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman. Tujuan pokok pengolahan tanah adalah menyiapkan tempat tumbuh bibit, menciptakan daerah perakaran yang baik, membenamkan sisa-sisa tanaman dan memberantas gulma.
Pengendalian erosi secara teknis-mekanis merupakan usaha-usaha pengawetan tanah untuk mengurangi banyaknya tanah yang hilang di daerah lahan pertanian dengan cara mekanis tertentu. Sehubungan dengan usaha-usaha perbaikan tanah secara mekanik yang ditempuh bertujuan untuk memperlambat aliran permukaan dan menampung serta melanjutkan penyaluran aliran permukaan dengan daya pengikisan tanah yang tidak merusak.
Pengolahan tanah menurut kontur adalah setiap jenis pengolahan tanah (pembajakan, pencangkulan, pemerataan) mengikuti garis kontur sehingga terbentuk alur-alur dan jalur tumpukan tanah yang searah kontur dan memotong lereng. Alur-alur tanah ini akan menghambat aliran air di permukaan dan mencegah erosi sehingga dapat menunjang konservasi di daerah kering. Keuntungan utama pengolahan tanah menurut kontur adalah terbentuknya penghambat aliran permukaan yang memungkinkan penyerapan air dan menghindari pengangkutan tanah. Oleh sebab itu, pada daerah beriklim kering pengolahan tanah menurut kontur juga sangat efektif untuk konservasi ini.
Pembuatan terras adalah untuk mengubah permukaan tanah miring menjadi bertingkat-tingkat untuk mengurangi kecepatan aliran permukaan dan menahan serta menampungnya agar lebih banyak air yang meresap ke dalam tanah melalui proses infiltrasi. Pembuatan terras berfungsi untuk mengurangi panjang lereng dan menahan air sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan dan memungkinkan penyerapan oleh tanah, dengan demikian erosi berkurang.
Macam-macam Metode Mekanik
1)      Pengolahan tanah (Tillage)
Perlakuan meknis untuk menciptakan keadaan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman (sebagai tempat tumbuh bibit, daerah perakaran, membenamkan sisa tanaman, dan memberantas gulma). Pengolahan Tanah kurang / bahkan merugikan konservasi.
Pengolahan tanah berorientasi konservasi:
§  Pengolahan tanah seperlunya saja (minimum tillage)
§  Pengolahan tanah pada kandungan air tepat (pF 3 – 4)
§  Pemberantasan gulma menggunakan herbisida.
§  Merubah kedalaman pengolahan

2)      Pengolahan tanah menurut kontur (contour cultivation)
  • Pembajakan tanah melintang / memotong lereng
  • Lebih efektif jika diikuti penanaman menurut kontur
Keuntungan:
ô Terdapat penghambat aliran permukaan
ô Memungkinkan penyerapan air lebih besar ® di daerah kering
ô Menghindarkan pengangkutan tanah
3)      Guludan
Description: IMAGE0005
4)      Guludan bersaluran
Description: IMAGE0006

5)      Parit/Saluran Pengelak (diversion ditch)
Dibuat melintang lereng, untuk menampung air dan mengalirkan ke saluran pembuang utama. Besarnya tergantung laju puncak aliran yang terhitung.

6)      Teras
Teras tangga/bangku
Description: terasbku
Description: trstgga
Teras berdasar lebar
Description: IMAGE0007
Teras berdasar sempit
Description: terasdsrsempit
7)      Balong/waduk, Dam penghambat, Rorak, dan Tanggul
             Berfungsi untuk mengurangi jumlah dan kecepatan aliran permukaan, sehingga air dapat meresap ke dalam tanah. Selain itu air yang tertampung juga bisa dimanfaatkan untuk keperluan lain.
3.        METODE KIMIA
§  Penggunaan preparat kimia sintetis maupun alami
§  Untuk mendukung proses pembentukan agregat/struktur tanah Sejak 1972 ditambah,
§  Merubah sifat-sifat hidrofobik/hidrofilik tanah sehingga merubah kurva penahanan air.
§  Mengurangi dan meningkatkan Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah  memperngaruhi kemampuan tanah untuk menahan unsur hara

Preparat kimia SOIL CONDITIONER (Pemantap struktur tanah)
Keunggulan:
-          Tahan terhadap serangan mikroba
-          Dapat memperbaiki pertumbuhan tanaman semusin (pada tanah liat berat)
-          Mempertinggi permeabilitas tanah sehingga erosi berkurang.
a)      MCS
-          Campuran dimethyldichlorosilane dan methyl-trichlorosilane    (Van Bavel, 1950)
-           Berupa cairan yang mudah menguap, gas yang terbentuk bercampur dengan air tanah. Senyawa yang terbentuk membuat agregat tanah stabil.
b)      Krilium (W.P. Martin & G. Taylor, 1952)
-          merupakan garam natrium dari polyacrylonitrile yang terhidrolisa.

SOIL CONDITIONER mahal, maka dikembangkan bahan lain:
(a)    Polimer tak terionisasi: Polyvinyl alcohol (PVA)
(b)   Polyanion:
            - Polyvinyl acetate (PVa)
            - Polyacrylonitrile setengah terhidrolisa (Hp PAN)
            - Poly acrylic acid (PAA)
            - Vinyl acetate malcic acid copolymer (VAMA)
(c)    Polication: Dimethylaminoethylmetacrylate (DAEMA)
(d)   Dipole polimer (gugus + dan -) : Polyacrylamide (PAM)
(e)    Emulsi Bitumen
Kelompok a,b,c & d bersifat non hidrofobik; Kelompok e bersifat non-hidrofilik; Kelompok b & e dapat meningkatkan KTK
Contoh penggunaan:
PAM bersifat non-hidrofobik, memiliki bagian aktif amide yang mengikat -OH pada butir liat melalui ikatan hidrogen.
Cara aplikasi:
-          PAM dicampur air denganperbandingan volume tertentu
Dicampur tanah dengan menyemprotkan emulsi tersebut ke permukaan tanah kemudioan diaduk dengan cangkul/garu
Pengaruh terhadap perbaikan struktur tanah dipengaruhi:
(1)   BM polimer, optimum PAM 106
(2)   Kandungan air tanah, optimum pada titik lengkung terbesar pada kurva pF.
(3)   Konsentrasi emulsi, tanah berkadar liat tinggi lebih sedikit daripada tanah berpasir.
Bitumen Preparat termurah, mengandung gugus aktif Carboxyl
Pengaruh: Menyebabkan tanah lebih hidrofobik sehingga sangat bermanfaat bagi pembentukan agregat tanah yang mudah mengeras